PRAMUKA PEMUPUK NASIONALISME


Salam Pramuka!!!

020209-0030-pramukadann1.jpg

Pramuka pemupuk nasionalisme

Benarkah nasionalisme bangsa ini telah luntur seiring pergerakan jaman? Apakah benar saat ini kita sebenarnya sedang “dijajah” oleh bangsa-bangsa lain? Pertanyaan itu sering mucul dalam benak penulis, atau mungkin juga beberapa orang menanyakan hal yang sama dalam alam pemikirannya. Bisa jadi pertanyaan itu memiliki jawaban yang mengejutkan kita, yaitu “Ya”! Mengapa penulis berpikiran untuk melontarkan jawaban seperti itu? Mari kita coba simak di sekeliling kita, tidak usah jauh-jauh, banyak pemuda-pemudi harapan bangsa ini telah terjebak pada keadaan dimana mereka tidak lagi peduli dengan kelangsungan bangsa ini. Bagaimana mereka dapat cinta pada tanah air ini jika mereka sendiri tidak menyayangi diri mereka sendiri. Terjebak dalam pemakaian narkoba, alkohol dan lainnya, kalau mereka saja teler mana bisa mempertahankan negeri ini. Atau jika para pemuda itu memiliki kekuasaan mereka juga dengan mudahnya mulai merusak bangsa ini. Dari merusak yang paling kecil dengan merusak fasilitas umum, sampai merusak hutan dan bahkan terlibat dalam skandal penjualan aset-aset alami bangsa ini seperti yang terjadi di Batam beberapa waktu yang lalu. Mengapa ada manusia yang mengaku sebagai warga negara Indonesia begitu mudah menggerogoti pulau dengan mengambil pasir dan batunya dan dijual ke bangsa lain? Itulah yang menurut penulis sebagai menjual aset bangsa demi kepentingan sendiri. Itu hanyalah sebagian contoh kecil dari ketidak setiaan (penghianatan) terhadap bangsa sendiri.

Praja Muda Karana (Pramuka) lahir sebagai bagian dari gerak perjuangan bangsa ini, sudah tentu selayaknya menjadi motor penggerak dalam membangkitkan kecintaan bangsa ini kepada tanah airnya sendiri. Seperti tersurat dalam janji Tri Satya dan Dasa Dharma, terkandung makna yang dalam tentang kecintaan terhadap bangsa ini. Seorang Pramuka sejati adalah seorang patriot, rela mengorbankan diri mereka demi bangsa ini. Mungkin kata-kata itu terlalu klise dalam pendengaran sebagian besar orang. Tapi itulah faktanya, seorang pramuka sejati apapun profesinya ia pasti berusaha untuk menjadikan dirinya berguna bagi kemaslahatan orang banyak. Penulis mengatakan demikian bukan omong kosong belaka, dari pengamatan penulis pada beberapa orang yang penulis anggap sebagai seorang pramuka sejati seperti itulah hidup mereka. Memang di dunia ini tidak ada yang namanya kesempurnaan mutlak, seorang Barak Obama yang begita hebat saja pasti ada memiliki kekurangan. Manusiawi jika ada beberapa kekurangan dari orang-orang yang penulis ceritakan, tapi setidaknya itulah usaha mereka untuk mewujudkan kecintaan mereka terhadap bangsa ini. Lepas dari segala kekurangan, dasar-dasar dari pendidikan kepramukaan sendiri sangat jelas dalam menempatkan kecintaan terhadap bangsa ini sebagai salah satu pilar utama.

Yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa pendidikan kepramukaan saat ini kurang mendapat perhatian? Mungkin pendapat penulis salah jika melihat gerakan pramuka secara nasional yang begitu hebat. Ada kegiatan Raimuna Nasional, Jambore Asean, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersekala nasional. Bahkan penulis sangat salut dengan apa yang disampaikan oleh Kak Susilo Bambang Yudhoyono, Kamabigus sekaligus Presiden kita tentang revitalisasi gerakan pramuka. Namun apa yang penulis rasakan di daerah penulis di Kwarcab Banyuwangi sepertinya gerakan pramuka begitu berat. Mohon maaf kepada kakak-kakak di kwarcab, penulis sama sekali tidak bermaksud untuk mengatakan kerja kakak-kakak di Kwarcab kurang, saya justru melihat kakak-kakak disana telah bekerja sangat keras. Saya memberikan aprisiasi setinggi-tingginya kepada semua kakak-kakak di Kwarcab maupun Kwaran yang telah begitu gigih memajukan gerakan pramuka di Bumi Blambangan ini. Hanya menurut pengamatan penulis, pemerintah daerah yang kurang untuk mensuport gerakan pramuka di sini. Pemerintah daerah selayaknya memberikan perhatian yang lebih luas terhadap gerakan Pramuka sebagai penanam nila-nilai cinta tanah air bangsa ini. Sebagai pembina majelis pembimbing cabang yang secara organisatoris adalah pendukung dalam hal pendanaan gerakan pramuka, pemerintah daerah seharusnya memberikan bantuan dana bagi pengembangan lebih lanjut kepramukaan di Bumi Blambangan ini. Misalnya dengan membangun sebuah jaringan pramuka network, karena untuk bisa menjalin komunikasi yang baik pramuka harus memiliki sebuah jaringan. Kita bisa melihat di beberapa Kwarcab lain yang begitu maju, seperti Kwarcab Kota Semarang.

Pada akhirnya penulis perlu mengingatkan kembali, bahwa pendidikan kepramukaan dengan prinsip dasar dan metodenya yang khas adalah salah satu solusi untuk menggairahkan semangat nasionalisme bangsa ini. Dan kepada siapa saja yang merasa dirinya pramuka sejati, marilah kita abdikan semua yang kita bisa untuk bangsa ini. Ada ataupun tak ada dana, kita coba kembangkan gerakan pramuka mulai dari gugus-gugus depan sebagai unjung tombak gerakan pramuka. Dan harapan penulis, semoga para pemimpin di Bumi Blambangan ini baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif memberikan perhatian terhadap gerakan prmuka di bumi kita ini.

Salam Pramuka!!!

Sayu Wiwit’08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s