SISTEM SATUAN TERPISAH TIDAK PERLU DIPERTAHANKAN?


Beberapa waktu yang lalu penulis mengikuti kegiatan lokakarya Pengembangan Model Gugus Depan yang diselenggarakann oleh Kwartir Daerah Jawa Timur. Ada satu topik yang cukup hangat dibicarakan yaitu tentang Sistem Satuan Terpisah untuk peserta didik putra dengan putri. Perlukan sistem ini dipertahankan.

Sistem satuan terpisah menuntun pemisahan peserta didik putra dengan putri. Filosofi dari pelaksanaan sistem ini adalah adanya nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang memandang tabu jika anak laki-laki dan anak perempuan berinteraksi dalam suatu kegiatan. Bahkan dalam agama tertentu jelas diatur hubungan antara laki-laki dan perempuan secara tegas. Secara formal pelaksanaan sistem ini dalam kepramukaan yaitu adanya gugus depan yang terpisah untuk putri dan putra.

DPP_0119

Interaksi peserta didik putra dan putri dapat meningkatkan kemampuan sosial mereka.

Sistem satuan terpisah merupakan satu-satunya prinsip dasar kepramukaan Indonesia yang berbeda dari prinsip dasar yang dimiliki oleh kepramukaan dunia yang tergabung dalam wadah WOSM (World of Scout Movement). Negara-negara lain tidak menganut sistem satuan terpisah, jadi peserta didik putra dan putri tidak dipisahkan satuannya. Seperti dalam aturan Co Education yang telah diratifikasi oleh Kwarnas pun memuat aturan penghapusan sistem satuan terpisah dalam kepramukaan mulai tahun 2015. Akankan Sistem Satuan Terpisah akan hilang dari kepramukaan Indonesia, kita tunggu saja jawabannya tahun 2015. Yang jelas sistem itu masih ada sampai sekarang.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem satuan terpisah ini sudah banyak yang dilanggar. Mengapa banyak dilanggar? Berbagai alasan diberikan, dari kurangnya tenaga pembina sampai karena tidak praktis karena kegiatan yang terpisah memerlukan banyak tenaga dan sarana karena gugus depan tidak punya banyak dana untuk memenuhinya. Alasan tersebut memang cukup kuat, sehingga sistem satuan terpisah ini menjadi tidak populer di kalangan pembina. Sistem ini juga akhirnya menjadi titik lemah dari pengembangan kepramukaan di Indonesia.

Sebagian pembina  menolak fakta ini, apa jadinya kalau peserta didik disatukan putra dan putri. Bukankah itu sangat melanggar norma-norma dalam adat ketimuran. Alasan penolakan seperti itu sebenarnya wajar-wajar saja. Tapi para pembina perlu menyadari bahwa rasanya sangat tidak wajar jika kita harus memisahkan kegiatan peserta didik putra dengan putri. Karena banyak fakta yang menunjukkan bahwa penggabungan kegiatan peserta didik putra dan putri sangat menguntungkan bagi perkembangan jiwa peserta didik itu sendiri. Interaksi antar keduanya akan menghasilkan sinergi yang positif. Mengenai masalah norma yang berlaku dalam masyarakat toh sebenarnya tetap terkontrol karena dalam hal yang bersifat pribadi untuk setiap gender tetap dijaga. Misalnya dalam perkemahan tenda putra dan putri dan tempat mandi dipisahkan antara putra dan putri. Dan juga regu yang dibentuk tidak boleh campuran antara putra dan putri.

So…, apakah kita tetap berpikir untuk mempertahankan sistem satuan terpisah? Jawaban dari pertanyaan itulah yang harus dipikirkan oleh setiap pembina pramuka. Prinsipnya kalau sistem itu sudah tidak diperlukan mengapa harus dipertahankan.

Blaster 09

One response to “SISTEM SATUAN TERPISAH TIDAK PERLU DIPERTAHANKAN?

  1. Fakta dilapangan, meski menerapkan sistem satuan terpisah namun antara tandik putra dan putri melakukan kegiatan bersama yang dikelola oleh satu panitia. Contoh dalam perkemahan (pangkalan). Lokasi tenda memang dipisah namun semua kegiatan dilaksanakan bersama-sama antara tandik pa dan pi dan selala ini hal itu tidak menimbulkan ekses negatif.
    Sharing dikit, kak: Raimuna X Kwartir Daerah Jawa Tengah 2009

    Wokey Kak … terimakasih …

    XP2 Scout

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s