BENTENGI NEGERI INI DARI BANGSA PENCURI


Indonesia Raya, Indonesia yang besar dalam arti segalanya. Itulah paling tidak dilakukan oleh WR. Soepratman untuk menggambarkan negeri kita tercinta ini. Namun negeri ini saat ini sedang mengalami masa yang sulit. Budayanya dicuri, pulaunya dijual, dan identitas kebangsaannya dilecehkan. Sebagai seorang Pramuka sejati tentunya kita merasa sangat prihatin dengan keadaan ini. Apa yang harus kita lakukan?

Negara tetangga kita memang usil sekali, belum lagi selesai masalah klaim Tari Pendet dan beberapa budaya kita kali ini kasus pelecehan Lagu Indonesia Raya yang dimuat pada salah satu situs internet. Entahlah apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan provokasi yang mereka lakukan. Walau penulis yakin bahwa pelecehan Lagu Indonesia Raya itu dilakukan oleh perorangan, namun secara umum penghinaan yang mengatasnamakan Malaysia itu benar-benar menusuk rasa nasionalis kita. Ada dendam apa sebenarnya yang disimpan oleh bangsa Malaysia terhadap negeri kita yang notabene sebenarnya masih serumpun.

IMG_09431

Tari Pendet, tari asli Bali Indonesia (Sumber:http://daydaily.com)

Tindakan yang tidak terpuji dilakukan secara terstruktur oleh negeri Jiran tersebut memang menguji kesabaran bangsa ini. Pelecehan yang dilakukan Malaysia terhadap bangsa kita memang telah menyulut kemarahan seluruh bangsa ini, itu adalah sangat wajar termasuk penulis sendiri juga sangat marah. Apakah kita perlu menanggapinya dengan bijak secara diplomatis, atau dengan tindakan anarkis adalah pilihan yang dapat kita pilih. Di beberapa tempat di tanah air demo terhadap tindakan Malaysia yang keterlaluan itu dilakukan dengan aksi pembakaran bendera Malaysia. Juga terpikir oleh penulis kenapa bangsa ini tidak membalas dengan cara yang sama dengan apa yang mereka lakukan. Tapi kalau itu kita lakukan hal seperti itu kita sama saja dengan mereka, sama-sama pencuri dan pembuat onar.

Walaupun menurut penulis sudah agak terlambat, namun tindakan pemerintah untuk melayangkan nota protes kepada pemerintah Malaysia adalah tindakan tepat. Himbauan untuk menjaga kekayaan budaya dan kekayaan alam negeri ini adalah himbauan yang seharusnya kita respon dengan cepat dan tepat. Banyak budaya kita yang saat ini masih belum terproteksi, demikian juga kekayaan alam kita. Terbetik berita ada beberapa pulau yang dijual ke pihak asing adalah fakta yang menunjukkan bahwa rasa nasionalisme bangsa ini mulai memprihatinkan. Walau kemudian disebutkan yang dijual adalah resort-resort yang ada di pulau tersebut, tapi itu adalah aset bangsa. Lama-kelamaan pulau itupun akan dijual juga.

Seharusnya pemerintah daerah menjaga potensi kekayaan alam dan budaya daerahnya. Tapi sebagian malah menjualnya ke pihak asing. Kita tentu masih ingat ketika beberapa pulau dieksplorasi pasirnya dan dijual ke negeri tetangga, akhirnya meninggalkan kerusakan parah di pulau-pulau tersebut. Sementara negara tetangga pulaunya menjadi lebih lebar dan zona wilayah merekapun menjadi lebih luas. Itu sebenarnya sama parahnya dengan menjual pulau, dan sama-sama kejahatan terhadap bangsa ini. Di beberapa daerah juga potensi kebudayaan lokal diterlantarkan oleh pemerintah setempat. Tak terurus dan para budayawan bekerja dengan susah payah tanpa sedikitpun didukung oleh pemda setempat. Semoga dengan himbauan Presiden hal seperti itu akan berubah.

Pada akhirnya kita harus menyadari bahwa bangsa-bangsa yang kuat adalah bangsa yang mempunyai nasionalisme kuat. Mereka bangga terhadap bangsanya dan berusaha menjaganya dengan sekuat tenaga mereka. Dan bangsa yang santun adalah bangsa yang menghargai kekayaan bangsa lain, dan tidak mencuri dengan kekuatannya. Kita harus menjadi kedua-duanya, atau bangsa ini akan menjadi buih di lautan yang lemah dan tercerai berai. (Blaster)

One response to “BENTENGI NEGERI INI DARI BANGSA PENCURI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s