KEMELUT PENEGAKKAN HUKUM CONTOH BURUK BAGI PENDIDIKAN


Tulisan berikut diunggah sebagai bentuk keprihatinan kita sebagai pendidik atas apa yang tengah terjadi di negeri ini. Memang Pramuka adalah organisasi non politik, dan kita juga tidak sedang bicara politik. Dalam tulisan ini kita mencoba menyuarakan apa yang ada dalam hati sebagai pembina Pramuka dan juga sebagai pendidik atas kemelut yang terjadi di negeri tercinta ini.

TimbanganHari-hari masyarakat Indonesia beberapa hari terakhir ini diisi dengan berita kemelut mafia peradilan yang menyelimuti lembaga penegak hukum negeri ini. Gencar diberitakan bahwa lembaga peradilan di negeri zamrud katulistiwa ini dikuasai oleh cukong-cukong keadilan. Tentu ini sangat mengusik rasa keadilan rakyat Indonesia. Bagaimana lembaga penegak hukum dapat dengan mudah dipermainkan oleh seseorang yang seolah-olah memiliki kekuasaan tanpa batas. Jika pemberitaan itu benar adanya, maka negeri ini sedang dalam keadaan bahaya besar. Keadilan di negeri ini berada pada titik nadir. Dan yang lebih mencemaskan lagi kemungkinan besar fakta yang tampak adalah fenomena gunung es. Fakta yang tampak hanya merupakan puncak-puncak yang kecil saja, sedang dasarnya tentu lebih besar.

Kemelut yang muncul saat ini merupakan salah satu indikator bahwa telah terjadi kerusakan moral yang meluas di negeri ini. Rasa nasionalisme yang semakin menipis kalah dengan uang dan kekayaan. Dan kalau terus dibiarkan tanpa upaya untuk diperbaiki, kita tidak dapat membayangkan bagaimana masa negeri ini ke depan. Pertikaian yang dipertontonkan oleh para penegak hukum yang diekspos secara luas di media masa tentu bukan konsumsi yang baik bagi generasi muda kita. Perilaku saling menyalahkan dan saling membenarkan diri sendiri merupakan contoh yang buruk bagi para siswa di sekolah yang sekarang juga ikut mengakses apa yang tengah terjadi. Bagaimana mereka akan mengambil teladan kalau para pemimpin memberi contoh seperti itu.

Mungkin solusi terbaik adalah mencoba mengembalikan semua pada fungsinya yang benar. Lembaga penegak hukum: POLRI, Kejaksaan Agung, dan KPK harus kembali pada tugasnya. Untuk bisa seperti itu lembaga-lembaga tersebut harus dibersihkan dari orang-orang yang menyebabkan kerusakan dan mencemarkan lembaga. Mungkin ini akan memerlukan intervensi pemerintah untuk itu, dan kita semua memahami memang pemerintah memang memiliki kapasitas untuk itu. Dalam hal ini hati nurani harus dikedepankan oleh semuanya, karena suara hati nurani itulah yang paling benar.

Terakhir, sekali lagi kita mengangkat tulisan ini semata-mata karena merasa prihatin dengan apa yang terjadi. Prinsip, Pramuka bukanlah organisasi politik dan tidak akan terlibat dengan politik. Sebagai organisasi pendidikan tentu kita sepakat, kita sangat terusik dengan contoh-contoh buruk yang diperankan para penegak hukum bagi adik-adik peserta didik kita. Dan kita juga sepakat bahwa semua itu harus segera dihentikan.

4 responses to “KEMELUT PENEGAKKAN HUKUM CONTOH BURUK BAGI PENDIDIKAN

  1. Ngelus dada. Benar2 memalukan sekali. Pejabat jadi bulan2an berita akibat ulah mereka. Mungkin mereka perlu diajak latihan militer dan pramuka biar merasakan hawa dingin,lumpur dll. Edan edan edan mas.
    Salam hangat dari Surabaya

    Pada prinsipnya rasa malu harus dibudayakan di negeri tercinta ini. Kalau rasa malu sudah hilang… kenistaan bakal menghampiri seluruh negeri. Mengerikan sekali…!

    XP2 Scout

  2. Salam Takzim
    Pendidikan bernuansa retorika, sepertinya ini sengaja di gembor agar satu nilai sejarah seperti 28 Oktober tergeser dari khittahnya
    Salam Takzim Batavusqu

  3. ya saya se-7 jika keadilan di indonesia saat ini ambruk dan benar2 berantakan dan sangat tidak baik untuk di contoh sebab tidak ada yang mau mengalah, mereka di tegakkan untuk saling kerja sama bukan untuk menghujat (kalau menurut sy ) saya leburkan dipecat dan dipenjarakan semua dan mencari org yang baru lagi agar dapat tegak kokoh kembali.
    heran gitu aja kok repot he…..he…..he..hhhh
    repot aja ngak heran ha….ha….hahhhh.

  4. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Ya, kita memang bukan organisasi politik dan tidak terlibat dalam kegiatan politik. Hanya keprihatinan, melihat carut marut dan simpang siur pelaksanaan hukum yang terjadi di negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s