PRAMUKA CINTA PADA IBUNYA


Seperti biasa setiap tahun tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Tidak ada yang istimewa, kehidupan berjalan seperti biasa. Mungkin itulah yang dirasakan sebagian orang yang ada di sekitar kita. Mereka tidak peduli, toh kehidupan mereka juga tidak berubah dengan adanya hari ibu. Ibu-ibu yang tergolong dari keluarga miskin juga tetap susah hidupnya. Lalu kenapa harus ada hari Ibu?

Ungkapan sinis seperti itu diakui atau tidak diakui sebenarnya ada dalam masyarakat kita. Harapan akan perubahan nasib nampaknya belum mendapatkan kejelasan. Hak untuk memperoleh pekerjaan yang layak juga sepertinya harus menunggu lama untuk dapat dipenuhi. Lalu kenapa mereka harus peduli dengan segala macam peringatan yang diadakan. Nampaknya pandangan seperti itulah yang saat ini mari bersama-sama kita mencoba untuk merubahnya.

siaga

Siaga cinta ibunya (sumber:kami3bersaudara.blogspot.com)

Dalam pendidikan kepramukaan, selalu ditekankan kepada semua peserta didik untuk selalu cinta kepada negara dan bangsa ini. Menanamkan kepada mereka jiwa patriotisme, sehingga mereka kelak bisa menjadi benteng negeri ini dari segala ancaman dan gangguan. Yang perlu kita ingat bahwa ancaman dan gangguan itu tidak harus berupa ancaman invasi militer atau gangguan keamanan, kemiskinan dan kebodohan juga merupakan ancaman dan gangguan serius terhadap masa depan bangsa ini. Karena republik ini tentu saja tidak dirancang hanya untuk 10 atau 50 tahun ke depan, tapi untuk selama-lamanya.

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan pengentasan kemiskinan adalah tugas kita bersama. Kemiskinan bisa kita tuntaskan jika bangsa ini bisa memberikan kesempatan kerja kepada semua warganya. Kesempatan kerja akan tercipta jika SDM kita mumpuni untuk mengelola sumber daya alam kita yang sesungguhnya sangat besar. Disinilah pendidikan menjadi sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang handal dan mampu mengelola kekayaan alam negeri kita tercinta ini. Satuan Karya (SAKA) dalam kegiatan kepramukaan memberikan kesempatan kepada adik-adik untuk mendapat ketrampilan di bidangnya masing-masing agar menjadi manusia yang handal.

Nah sekarang apa hubungan semua itu dengan Hari Ibu? Ibu adalah fokus dari semua kegiatan pembelajaran. Siapa yang mengajarkan untuk pertamakali pengetahuan kepada anak? Jawabanya adalah ibu. Begitu besar pengaruh ibu terhadap perkembangan jiwa anaknya, itu bisa kita pahami karena hubungan emosional keduanya sangat erat. Sedemikian besar peran ibu, hingga selayaknyalah pemerintah kita bisa memberi perhatian yang lebih terhadap kesejahteraan ibu-ibu di negeri ini. Karena di tangannyalah nasib bangsa ini ditentukan (saya kira tidak berlebihan untuk mengatakan itu).

Pramuka harus mencintai ibunya, itulah yang di dorong Pramuka melalui gerakannya. Saya jadi ingat adik-adik Siaga dalam Dwi Dharma, Siaga nurut pada ayah bundanya. Pramuka mencoba mendidik tunas-tunas negeri ini untuk tetap hormat pada kedua orang tuanya. Itu adalah modal penting untuk penanaman cinta kepada tanah air kelak. Dan dari kedua orang tua itu, nampaknya kita harus mengakui besarnya peran ibu dalam pendidikan putranya.

“Selamat Hari Ibu”, bagi semua ibu-ibu di negeri tercinta ini, tetaplah menjadi pendidik tunas bangsa Indonesia apapun keadaan ibu! Hormat dan bakti kami putra-putrimu akan selalu menyertaimu ibu! (Blaster)

10 responses to “PRAMUKA CINTA PADA IBUNYA

  1. Salam Takzim
    Selamat tahun baru 2010
    Maap telat, jangan didamprat
    apalagi dihujat, maklum padat
    Semoga tetap sehat, dan selalu semangat
    memberikan sajian yang selalu bermanfaat
    Salam Takzim Batavusqu

  2. 😆😆😆😆😆

    CINTA IBU ruaaaaaaaarr biasaaaaaaaaa

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fuuuuullllllllllllllllllllllllllllllll

  3. 😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fuuuuullllllllllllllllllllllllllllllll

  4. semua itu menandakan bahwa keberadaan seorang ibu itu sangatlah penting, makanya sampai diadakan peringatan hari ibu. lalu kenapa tak pernah diadakan hari bapak????

    Yah, kalau di Amrik sono memang ada hari Bapak. Gak tahu kenapa di sini koq gak ada hari Bapak….!

    XP2 Scout

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s