ORGANISASI KEPANDUAN NASIONAL INDONESIA (OKNI)


Seperti pernah dimuat di blog ini mengenai RUU Pramuka, kepanduan di Indonesia memerlukan payung hukum yang jelas. Berikut ini adalah berita yang dimuat dlam Surya Online dan Hizbul Wathan Massage mengenai masalah kepanduan di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Dasar hukum pengaturan organisasi Kepanduan Indonesia sejak Orde Lama sampai ke Orde Reformasi sekarang ini, masih tetap menggunakan Keppres No.238 tgl. 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka, yang berlaku surut tgl. 9 Maret 1961.

Keppres itu memberi kekuasaan tunggal kepada Gerakan Pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Badan – badan lain yang sama sifatnya atau menyerupai Gerakan Pramuka, dilarang.

Itulah gambaran suasana demokrasi ketika itu, yakni demokrasi terpimpin dan belum menghargai hak asasi warga Negara, walaupun dijamin oleh UUD 1945 Status Keppres No.238/1961 sudah kedaluwarsa dan sudah batal demi hukum, karena semua dasar pertimbangannya sudah lama tidak berlaku lagi.

Di samping kedaluwarsa, Keppres tsb. telah begitu lama melecehkan hak warga Negara untuk berorganisasi yang dijamin oleh UUD 1945. Walaupun kedaluwarsa, Keppres tsb masih dipertahankan, inilah buktinya bahwa dunia pendidikan nonformal kepanduan belum disentuh sama sekali oleh pemerintah.

Rupanya ada kesenangan untuk tetap memberlakukan peraturan produk Orde Lama, walaupun jiwanya sudah tidak sesuai enggan kondisi reformasi yang berusia lebih 10 tahun.

Seharusnya Keppres No.238/1961 dicabut dan oleh karenanya Gerakan Pramuka harus menyiapkan AD/ART baru tidak dapat lagi menggunakan Keppres No.238/1961 sebagai dasar hukum pendirian Gerakan Pramuka.

Penggantinya, segera diterbitkan UU tentang Organisasi Kepanduan Nasional Indonesia (OKNI) – Indonesia National Scout Organization – berbasis federasi yang beranggotakan Asosiasi / Perkumpulan / Gerakan Kepanduan, misalnya seperti Gerakan Pramuka, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dan lain-lain yang sudah eksis dan/atau yang akan didirikan kemudian.

OKNI bertanggung jawab dan yakin bahwa para anggota federasinya memenuhi syarat sesuai dan sejalan dengan Konstitusi WOSM (World Organization of the Scout Movement).

Untuk keperluan sinkronisasi pengaturan Organisasi Kepanduan Nasional Indonesia dan mempermudah serta mempercepat penyusunan AD/ART OKNI, sebaiknya mencontoh. Konstitusi WOSM. Alasannya, karena status OKNI sama dengan WOSM, yang pada hakekatnya sebagai organisasi federasi kepanduan. Oleh karena Pemerintah telah mengajukan RUU tentang Gerakan Pramuka, DPR RI hendaknya segera menanggapi RUU tersebut, karena RUU yang telah diajukan pemerintah masih sama jiwanya dengan pengaturan produk orde lama yang melecehkan hak asasi manusia.

Sumber: Masalah Kepanduan lihat juga di Sebuah Pemikiran Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia

2 responses to “ORGANISASI KEPANDUAN NASIONAL INDONESIA (OKNI)

  1. Mohon maaf sebelumnya jadi mo ikut nimbrung nih…
    menurut saya baik saja bila Pramuka mo di-UUkan supaya punya payung hukum yang jelas…namun bila hal itu tidak dibarengi dengan perubahan PDMPK-nya ya akan sama seperti yang dulu…mulai jaman berdiri sampai sekarang tidak ada perubahan yang signifikan pada PDMPKnya…perubahan hanya redaksional bukan substansinya bila diibaratkan rumah, Pramuka Wajib bongkar total…karena permasalahan mendasarnya di PDMPKnya…yang kedua dari segi materi latihan Pramuka masih menggunakan yang lama contoh P3K…padahal Materi tersebut sudah berganti beberapa kali…dari P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)menjadi PPGD(Pertolongan Pertama Gawat Darurat) trus berubah lagi BHD (Bantuan Hidup Dasar) 1 dan 2 yang terakhir malah menjadi MFR (Medical First Responder)… dengan materi-materi yang tidak up to date bagaimana Pramuka bisa mengikuti perkembangan zaman…yang ketiga tidak pernah ada perkembangan jenjang pengkaderan yang jelas di Pramuka…contoh seorang yang telah menyelesaikan semua jenjang pendidikan kepramukaan dan seharusnya ia adalah orang yang layak menjadi KA KWARCAB harus kalah dengan seorang yang merupakan pilihan pemerintah setempat yang notabene tidak tahu sama sekali ttg Pramuka…bagaimana bisa menyusun program-program Pramuka bila KA KWARCABnya saja tidak tahu apa-apa tentang Pramuka? dan masih banyak lagi yang lainnya…(kepanjangan ya mas…hehehe sorry soalnya udah numpuk dan lama banget sih untuk dikeluarin..)..heheheh….jadi kesimpulannya ya Pramuka harus merombak total dirinya….sehingga makin punya daya tarik untuk di ikuti….

    Tidak apa-apa Kak, memang itulah yang terjadi di Pramuka kita ini. Memang kita harus kembalikan Pramuka pada jati diri yang sebenarnya, dan harus tetap up to date. Pembina harus terus mengikuti perkembangan, karena pesdik bisa satu atau dua langkah di depan sang pembina mengenai informasi. Kami setuju Pramuka harus berubah …

    XP2 Scout

  2. sebaiknya antum baca sejarah lebih jaub dan jangan antum membaca dengan mata organisasi, tapi sebagai warga negara yang baik
    kenapa dulu harus menjadi gerakan pramuka ?
    wkwkwkwkwkwkwkwkw

    Terimakasih atas kunjungan dan komentar kakak. Memang dalam hal ini kami mengakui kurangnya referensi tentang apa yang kakak sebutkan. Tapi insyaallah, kami tetap akan berusaha menjadi warga negara yang baik dan mendukung gerakan pramuka supaya makin keren. Dengan dasar pemikiran sederhana saja, ingin mengabdikan diri membina generasi muda menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa dan cinta terhadap negeri.

    XP2 Scout

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s