PRAMUKA SETELAH 49 TAHUN, SEBUAH RENUNGAN


Pramuka … Praja Muda Karana. Tak terasa 49 tahun telah berkiprah di bumi Nusantara ini. Setelah melalui berbagai masa, harapan kita, Pramuka telah menjelma menjadi organisasi yang mandiri dan bermartabat. Mensejajarkan diri dengan NSO (National Scout Organization) dari negara-negara lain, walau tentu saja masih banyak juga kekurangan di sana-sini.

Sumber: pramukanet.org

Pramuka berdiri dengan nama cukup keren, “Gerakan Pramuka” yang bermakna bahwa Pramuka merupakan sebuah gerakan yang dinamis. Sepintas mirip dengan nama organisasi kepanduan sedunia yang juga menggunakan istilah gerakan. WOSM (World Organization of Scout Movement) yang kalau diterjemahkan secara bebas adalah Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia. Oleh karena itu pramuka tidak boleh “mati” dan harus terus bergerak sejalan dengan gerakan kepanduan dunia. Faktanya gerakan Pramuka mengalami perubahan dari waktu ke waktu, pernah begitu dinamis dan kemudian seolah mati. Itulah warna dari organisasi yang bernama Gerakan Pramuka.

Organisasi Gerakan Pramuka berdiri berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor  238 tahun 1961. Ada sindiran dari beberapa kalangan yang menilai Keppres tersebut sudah amat kadaluwarsa. Mungkin hampir semua Keppres yang seangkatan sudah dicabut. Oleh karena itu Kwarnas Gerakan Pramuka memandang perlu untuk mengusulkan sebuah RUU tentang Gerakan Pramuka. Dengan harapan memberikan landasan hukum yang lebih kuat. Kwarnas telah berupaya menghimpun semua masukan dari semua pihak, dan kemudian diajukan kepada DPR. Namun pada akhirnya usulan RUU dari Kwarnas itu dimentahkan oleh DPR, dan diganti dengan RUU Pendidikan Kepramukaan yang esensinya berbeda dengan usulan dari Kwarnas sebelumnya. Menurut pandangan awam penulis, itu merupakan langkah mundur dari proses legalitas Gerakan Pramuka.

scout

Gara-gara seragam seperti ini, kadang-kadang menjadi sebuah masalah yang serius (xps foto)

Selain masalah usulan RUU yang tidak kelar-kelar, dalam diri organisasi inipun terjadi berbagai permasalahan. Pramuka terancam dijauhi oleh anak-anak muda bangsa ini karena kekakuannya. Di jaman orde baru Pramuka begitu gemerlap. Itu tidak lepas dari upaya rezim orde baru yang dengan kekuasaanya menata Gerakan Pramuka begitu rapi dari pusat sampai daerah dengan satu komando. Anak-anak muda diseragami dengan seragam Pramuka yang juga diatur secara ketat, dan “sedikit” melupakan tentang esensi dari Gerakan Pramuka itu sendiri sebagai pembangun karakter. Setelah rezim orde baru runtuh, pramuka seolah-olah ikut runtuh tenggelam dalam gerakan reformasi yang deras. Baru setelah Presiden SBY selaku Kamabinas mencanangkan revitalisasi Gerakan Pramuka, geliat Gerakan Pramuka mulai nampak kembali. Dan semoga ini baru merupakan awal yang akan terus berlanjut.

Scouting For Boys

Aid To Scoutmastership

Masalah lain yang juga cukup mengganggu adalah masalah pembinaan peserta didik. Pembina di Gudep telah melupakan makna pembinaan peserta didik sesuai dengan yang dilakukan oleh Lord Baden Powell. Mohon maaf kepada Kakak Kakak pembina jika penulis berpendapat seperti itu. Baden Powell menyatakan bahwa pembina dan peserta didik itu ibarat kakak adik yang mengembara melalui hutan belantara. Sang kakak (baca pembina) berupaya membimbing adiknya (baca peserta didik) untuk melampaui segala rintangan dalam pengembaraan mereka. Yang terjadi saat ini pembina dan peserta didik seolah berada di dunia yang berbeda. Pembina berdiri angkuh di atas dan member instruksi pada peserta didik sesuai dengan kemauannya. Seharusnya tidak boleh terjadi seperti itu. Pembina harus memberikan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya sendiri di bawah bimbingan sang pembina. Nampaknya program cycle bisa mengatasi permasalahan seperti itu dengan lebih baik. Pembina harus banyak belajar juga, tidak boleh berhenti. Seorang teman menyarankan paling tidak seorang pembina harus membaca buku Scouting for Boys dan Aid To Scoutmastership karya Baden Powell.

Yah … pada akhirnya kita semua menyadari bahwa waktu terus berjalan. Gerakan Pramuka juga masih terus berjalan. Semoga dalam usianya yang 49 ini Gerakan Pramuka bisa benar-benar menata diri untuk melangkah menuju hari esok yang lebih baik. Dirgahayu Gerakan Pramuka Indonesia … tetaplah jaya Pramukaku tercinta. (Blaster)

One response to “PRAMUKA SETELAH 49 TAHUN, SEBUAH RENUNGAN

  1. DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA KE 49
    kalau bukan kita yang mau peduli kepada organisasi tercinta ini,mau di apakan lagi>>
    semoga semakin membaik dengan adanya revitalisasi gerakan pramuka.
    bravo kepanduan

    Benar Kak Muhammad Faisal, memang kita yang harus menjaga dan memajukan organisasi ini. Terimakasih atas kunjungan, kami nantikan kunjungan kembali.

    XP2 Scout

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s